Pranikah/Pernikahan

artikel tentang pranikah / Pernikahan

Pernikahan di Mata Tuhan

Dalam ceramah yang berkaitan dengan memilih pasangan hidup, kadang saya mendapat pertanyaan, "Bolehkah menikah dengan orang yang tidak seiman?" Sesungguhnya, jawaban terhadap pertanyaan ini bergantung pada bagaimanakah kita memandang pernikahan itu sendiri. Jika kita memandang pernikahan lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan, keharmonisan rumah tangga, menyambung keturunan, dan menjadi wadah yang sehat bagi pertumbuhan anak-anak, maka jawabannya adalah "Tidak boleh". Demikian juga sebaliknya. Jadi, bagaimanakah seharusnya kita memandang pernikahan? Pada dasarnya, kita harus memandang pernikahan dari sudut pandang kemuliaan Tuhan. Firman Tuhan dalam Efesus 1:5-6, 12 berkata, "Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita ... supaya kami yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya."

Jenis Bahan C3I
Kategori Bahan C3I

Pernikahan dan Keluarga Kristen

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Pernikahan dibentuk berdasarkan inisiatif Tuhan. Melalui pernikahan, Tuhan hendak mengajarkan bagaimana hubungan antara Tuhan dengan umat-Nya. Dengan pernikahan, maka terbentuklah sebuah keluarga yang masing-masing anggotanya memegang peranan penting untuk saling menolong, sehingga tiap-tiap anggota dapat bertumbuh, berkarya, dan mengaktualisasikan diri dengan baik.

Jenis Bahan C3I
Kategori Bahan C3I

Komitmen dalam Pernikahan

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Salah satu ciri pernikahan kristiani adalah memiliki komitmen secara total. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata komitmen berarti perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. Pernikahan kristiani bukanlah hubungan "kumpul kebo" tanpa ikatan, melainkan hubungan seorang pria dan wanita yang diikat oleh perjanjian seumur hidup dan komitmen secara total yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Hubungan pernikahan itu menggambarkan hubungan Kristus dengan jemaat-Nya (baca Efesus 5:21-23). Kristus telah mengurbankan diri-Nya dan mengasihi umat-Nya tanpa pamrih, serta berjanji untuk selalu menyertai umat-Nya (Matius 28:20). Dalam 1 Korintus 13:4-7, Rasul Paulus mengajarkan agar suami istri saling mengasihi (Efesus 5:28-30) seperti Yesus Kristus yang telah mengasihi umat-Nya. Suami istri yang bersatu dengan Kristus adalah satu anggota tubuh Kristus (1 Korintus 12:27).

Jenis Bahan C3I
Kategori Bahan C3I

Natur Seks

Pengetahuan tentang natur seks sangat berguna. Pertama, seks mencakup banyak hal lebih dari sekadar tindakan. Seks meliputi keinginan hati yang mendalam untuk berhubungan dengan orang lain. Pada intinya, seks bukanlah sesuatu yang bersifat nafsu atau tindakan merangsang;

Jenis Bahan C3I
Kategori Bahan C3I

Alkitab Sebagai Dasar Konseling

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Ada dua pemikiran yang keliru tentang pengajaran konseling yang umum. Pertama, pemikiran bahwa konseling itu seluruhnya pengajaran -- apabila seseorang memunyai suatu masalah, kita cukup mencari ayat-ayat Alkitab yang cocok dengan masalah tersebut, kemudian mengkhotbahi orang tersebut mengenai hal itu.

Jenis Bahan C3I
Kategori Bahan C3I