Bosan dengan Suami
- Read more about Bosan dengan Suami
- Log in to post comments
Pertanyaan
artikel tentang pranikah / Pernikahan
Pertanyaan
Dalam percakapan dengan seorang teman baru-baru ini, saya disadarkan betapa sulitnya menjelaskan tentang idealisme hubungan suami istri
"Ah, kalau saja perasaan manusia tidak berubah-ubah ...." Keluhan dengan berbagai kemungkinan ini sering kali muncul dalam percakapan-percakapan pribadi. Rupanya, dibalik keluhan ini ada jeritan penyesalan dan ketidakberdayaan dari individu-individu yang mendambakan kebahagiaan. Sekarang mereka memelihara hidup dengan perasaan tidak berdaya. Apa yang indah dan membahagiakan di masa lampau, sekarang hanya tersisa, dalam bentuk serpihan kenangan. Masa lampau sudah lewat, sejarah tak dapat diulang lagi, dan kesempatan sudah semakin pudar.
Beberapa tahun terakhir ini, persepsi masyarakat terhadap seks telah mengalami perkembangan (perubahan) yang drastis. Perilaku seks telah beranjak dari posisi nilai moral menjadi budaya. Dengan kata lain, jika sebelumnya seks sarat dengan kaidah moral, sekarang seks telah merambah ke segala penjuru kehidupan sebagai gaya hidup yang nihil moralitas. Seks, yang pada mulanya diidentikkan dengan cinta dan pernikahan, sekarang lebih diasosiasikan dengan suka dan kencan belaka. Salah satu ruang kehidupan yang telah dimasuki oleh perilaku seks adalah masa berpacaran.
Zaman sekarang bisa dijuluki sebagai zaman revolusi seks.
Beberapa tahun terakhir ini, persepsi masyarakat terhadap seks telah mengalami perkembangan (perubahan) yang drastis. Perilaku seks telah beranjak dari posisi nilai moral menjadi budaya. Dengan kata lain, jika sebelumnya seks sarat dengan kaidah moral, sekarang seks telah merambah ke segala penjuru kehidupan sebagai gaya hidup yang nihil moralitas. Seks, yang pada mulanya diidentikkan dengan cinta dan pernikahan, sekarang lebih diasosiasikan dengan suka dan kencan belaka. Salah satu ruang kehidupan yang telah dimasuki oleh perilaku seks adalah masa berpacaran.
Apa yang dikatakan Tuhan tentang seks?
Allah menciptakan manusia dengan mempunyai jenis kelamin
(
Sebagai lanjutan dari edisi sebelumnya (edisi 064/2004) yang menampilkan topik Menjadi Sahabat Buat Anak, kini kami lengkapi sajian TELAGA dengan topik Menjadi Sahabat Bagi Istri. Ringkasan perbincangan dengan Pdt. Dr. Paul Gunadi, Ph.D. berikut ini kami harapkan bisa semakin melengkapi informasi yang sudah kami sajikan sebelumnya.
Setiap orang yang berpacaran cepat atau lambat harus mengambil keputusan! Pada umumnya dilema yang dihadapi sama, yakni memastikan bahwa kekasih kita adalah pasangan hidup kita yang tepat. Nah, memastikan inilah yang sering kali menjadi masalah, sebab adakalanya hari ini kita merasa yakin, besoknya malah merasa bingung. Untuk mereka yang sedang berpacaran dan termasuk dalam kategori "ya-bing" (ya yakin, ya bingung), di bawah ini ada beberapa butir petunjuk yang mudah-mudahan bermanfaat.
Pertanyaan yang nadanya pesimistis ini sering saya dengar melalui mulut orang-orang yang berkonsultasi dengan saya. Mereka mengemukakan pergumulan yang mendalam dan seringkali sangat menyakitkan dalam kehidupan pernikahan mereka. Mengapa demikian? Tentu ada berbagai penyebabnya. Tetapi salah satu sebab yang sering dikemukakan adalah perasaan dan keyakinan (yang tentunya didukung oleh fakta) bahwa suaminya/istrinya tidak mencintainya lagi. Mereka mengatakan, "Kalau sudah tidak ada cinta, untuk apa diteruskan? Kalau sudah tidak ada cinta, apakah pernikahan masih bisa diharapkan?"