Artikel

4 Langkah Mengajarkan Kontrol Emosional pada Anak Anda

Dengan bimbingan dan latihan dari Anda, anak-anak Anda dapat belajar mengendalikan emosi mereka. Berikut adalah empat langkah untuk membantu anak-anak Anda mengendalikan dirinya ketika emosi yang intens hampir membuatnya kehilangan kontrol.

Kontrol emosi bisa menjadi seperti baku tembak pada masa Old West (masa kejayaan koboi di Amerika - Red.), terutama ketika ledakan emosi, keterpurukan, dan amukan terlibat.

Baca Selengkapnya

Perumpamaan tentang Jiwa yang Tidak Sehat

Mengapa 'Iman' Mati Tanpa Perbuatan

Bagaimana perilaku ketaatan berhubungan dengan pemberian kasih karunia Allah yang cuma-cuma dan tidak layak dalam kehidupan seorang Kristen? Ini telah menjadi masalah kontroversial dan membingungkan yang selalu muncul sejak zaman awal gereja.

Baca Selengkapnya

3 Tujuan Konseling Pastoral

Terus Berada dalam Jalur

Mengingat tujuan-tujuan berikut selama proses konseling pastoral akan mencegah Anda tersesat atau kehilangan arah. Dengan meminjam metafora bangunan, tujuan-tujuan ini seperti gambar konstruksi yang menunjukkan apa yang perlu dicapai. Terdapat tiga tujuan sederhana dalam menawarkan konseling pastoral.

1. Mengatasi Masalah yang Ada.

Baca Selengkapnya

Menghadapi Kekecewaan

Di tengah masalah kesehatan virus Corona dan masyarakat yang terus berubah, banyak keluarga yang menghadapi pembatalan acara-acara khusus: wisuda, baptisan, pernikahan, pemakaman, liburan, perayaan ulang tahun, peringatan tahunan, itulah beberapa di antaranya.

Dengan begitu banyak aspek kehidupan kita yang tidak dapat diprediksi saat ini, sepertinya satu-satunya hal yang dapat kita prediksi adalah kekecewaan. Sebagai orang Kristen, kita dapat menemukan pengharapan dan kepastian dalam firman Allah karena kita tahu bahwa itu adalah satu-satunya hal dalam hidup kita yang tidak mengecewakan. Firman-Nya adalah kekal, benar dan tidak pernah gagal.

Baca Selengkapnya

Masa Depan Konseling Alkitabiah

Seharusnya kita baik dalam hal konseling -- peduli, terampil, dan bijaksana. Seharusnya kita menjadi yang terbaik -- berhati-hati, siap membantu, bersikap praktis. Namun, sering kali kita menjadi payah dan bodoh, kaku atau tidak kompeten. Jawaban lugas, penilaian yang terlalu cepat, sikap terburu-buru, dan solusi kilat terlampau sering menjadi ciri khas. Di mana kebaikan yang bersabar? Di mana perhatian dan perenungan mendalam yang cermat? Di mana kebenaran yang bercahaya dan relevan? Di mana fleksibilitas yang erat dengan kebijaksanaan? Di mana proses pengungkapannya?

Baca Selengkapnya