Waktu di SD aku ingat, orang tua seorang temanku bercerai. Kupikir
peristiwa itu menyedihkan karena terjadi ketika ia masih amat muda,
tetapi aku yakin bahwa orang tuaku tak akan pernah bercerai.
Sayangnya pada usia tiga belas tahun, pendapatku keliru. Orang tuaku
bercerai dan walau sudah lebih tua dari temanku tersebut, peristiwa
itu sangat memengaruhi diriku, bahkan terus memengaruhiku sebagai
orang dewasa.
Kita cenderung berpikir perceraian hanya masalah orang tua. Kalau
mempertimbangkan anak-anak, biasanya kita hanya mengkhawatirkan
saat-saat mereka harus hidup hanya dengan satu orang tua.